Panduan Cuan dari Sebuah Rukan

Sejarah rukan bermula dari kaum Cina perantau yang sampai ke Indonesia membawa budayanya dan bermukim serta berniaga di suatu tempat yang dikenal sebagai kawasan Pecinan. Karena bentuknya yang efisien, rukan pun kian lama mengalami pergeseran fungsi, dari semula hunian untuk berdagang menjadi ruang komersial yang lebih kompleks, lalu berkembang menjadi tempat berbisnis, dan kini mulai identik dengan perkantoran yang dekat dengan daerah permukiman.

Rukan kependekan dari rumah dan kantor, memiliki ruang multiguna sebagai solusi mengembangkan bisnis yang memudahkan pemiliknya dalam mengatur waktu dan anggaran secara efisien tanpa mobilitas tinggi. Adapun manfaat lainnya adalah sebagai alternatif investasi di sektor properti, karena dengan mempunyai sebuah rukan akan memiliki nilai jual properti yang akan meningkat setiap waktunya.

Rukan kian populer menjadi primadona investasi properti sebagai pelengkap utama dari area komersial yang selalu berdiri di daerah yang ekonominya sedang tumbuh. Berinvestasi rukan ibarat investasi 3in1, memiliki ruang sebagai hunian sekaligus usaha, selain itu dapat dijual lagi ataupun disewakan sekira 8% per tahun dari harga jualnya, sementara nilai investasi terus bergerak naik seiring pertumbuhan kawasan tersebut.

Tingginya permintaan akan rukan ditunjang oleh semangat wirausaha dari tumbuhnya kelas menengah serta sektor konsumsi yang mendominasi pertumbuhan ekonomi nasional. Adapun jumlah masyarakat kelas menengah sebesar 136 juta jiwa atau 57% penduduk Indonesia.

Karena tujuan utama membeli rukan adalah untuk berbisnis, faktor lokasi menjadi pertimbangan esensial, yang mengakomodasi aktivitas hampir di semua lini usaha, baik barang maupun jasa, dan sekitar 40% dimanfaatkan untuk menjual makanan dan minuman. Adapun rukan yang paling banyak diminati adalah tipe 3 lantai. Pembagian ruang, lazimnya lantai pertama difungsikan sebagai area publik, lantai kedua digunakan sebagai area kantor, lalu lantai teratas sebagai area hunian privat keluarga.

Lakukan survei LPK (Lingkungan, Penduduk, Kompetitor) dahulu sebelum membeli rukan. Perhatikan posisinya, karena penting sekali sebagai faktor penentu harga dan potensi keuntungan di masa depan. Tidak perlu selalu di area primer apabila peruntukannya bukan sebagai tempat usaha utama yang berhubungan langsung dengan konsumen. Pilih sesuai tujuannya dan lihat daya pengunjung dari daerah sekitarnya, yang arus lalu lintasnya ramai dan mudah diakses dengan transportasi umum.

Kelebihan investasi rukan adalah investasi yang relatif lebih cepat, kenaikan harga di lokasi yang sunrise mencapai 15-30% per tahun sejak dibangun hingga terhuni. Nilai properti rukan tercipta bukan saja dipengaruhi oleh harga belinya, tetapi juga oleh faktor historis untung atau tidak untungnya bisnis di areal tersebut, itulah nilai tambah aktualnya.

Permintaan pasar terhadap rukan masih lebih besar dibandingkan ketersediaannya, sehingga harga jualnya terus naik dan cenderung melebihi eskalasi aset properti lainnya yang berupa tanah, rumah tapak, dan rumah kos. Permintaannya relatif tinggi terutama di kawasan hiburan dan bisnis. Tingkat balik modal investasi rukan jauh lebih besar jika dibanding rumah sewa, kerapkali balik modal di tahun ke-3.

Berinvestasilah di kompleks yang lebih banyak dipakai untuk kepentingan komersial, bukan sekadar pemukiman. Perhitungkan nilai investasi rukan, pastikan dekat kawasan bisnis dan sesuai dengan tren pengembangan daerah tersebut. Pilih pengembang profesional yang memberi kemudahan dalam pembiayaan pembelian.

Beli rukan jangan hanya sekadar mementingkan aspek bisnis dan investasi, tetapi juga kenyamanan untuk dihuni dan yang ramah lingkungan, karena dewasa ini rukan lebih sering dianggap sebagai bangunan komersial semata, dan kurang diperhatikan sisi lainnya sebagai kediaman yang aman. Silakan berburu rukan!

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *