
Author: David Cornelis
Business Management Consultant with a penchant for Innovative Startups, Entrepreneurial SMEs, and Strategic Investment.
Bongkar pasang tim kerap terjadi. Ada beberapa curhatan di private message saya dari teman-teman pebisnis yang kehilangan rekan kerja dan sesama pendiri, serta ada juga yang kesusahan mencari tim untuk menjalankan bisnisnya karena satu dan lain hal. Namun di sisi lain, beberapa founders ada juga yang dengan gembira mengabarkan saya bahwa di tahun ini mereka mengembangan timnya semakin besar lagi, gencar menambah C-level, dan juga menambah mentor dan advisor untuk memperbesar kekuatannya bisnisnya di industri. Di tahun yang sama, di industri yang sama, tetapi situasi bisa sangat bertolak belakang.
Teringat guru saya yang mengajarkan untuk selalu memperhatikan tiga akar utama masalah yang selalu ada di dalam hidup dan bisnis, yaitu segala sesuatu yang berhubungan dengan keinginan daging, keinginan mata, dan keangkuhan hidup, yang diinginkan oleh tabiat yang salah, yang kesemuanya itu berasal dari yang dilihat lalu diingini, dan yang dibangga-banggakan, serta dalam perbuatan-perbuatan yang tidak patut. Kalau Anda dikuasai oleh kelakuan seperti itu, maka akibatnya adalah kehancuran suatu hubungan dan bisnis.
Sebaiknya sebagai satu kesatuan dalam suatu tim, Anda dan rekan serta tim harus saling mengasihi dan membantu, bergembira bersama, mempunyai ketenangan hati, bersabar dan berbudi, baik terhadap yang lain, setia dan rendah hati, menguasai diri, tidak menjadi sombong, tidak menyakiti hati, apalagi iri hati.
Kompleksitas dunia bisnis sangat membutuhkan kerja sama tim yang bersifat sinergis. Buku Committed Teams ditulis oleh tiga profesor sekolah Bisnis Wharton, Moussa, Boyer, dan Newberry tahun 2016, memakai kerangka kerja 3×3 untuk membangun tim berkinerja tinggi yang berdiri di atas tiga fondasi (tujuan, peranan, norma yang jelas) untuk mendukung tiga tahapan (Commit, Check, Close). Yang membedakan tim startup dari tim lainnya adalah ketika membangun tim yang utama yang berdaya tahan adalah memakai checkpoint 3×3 di atas.
Untuk menutup ketidaksinkronan tim yang menyebabkan performa buruk, maka tim berkinerja tinggi harus menciptakan kondisi untuk memberikan kinerja terbaik dengan metode STAR: Specific, Take small steps, Alter the environment, dan Realistic optimist.
“Orang yang sendirian mudah dikalahkan, dua orang akan dapat bertahan dan dapat menangkis serangan. Tiga utas tali yang dijalin menjadi satu, tak mudah diputuskan.”
#ManajerKelasDunia #DataScience #DataAnalytics #BusinessIntelligence #BusinessDevelopment #OrganizationalDevelopment #DigitalTransformation #DigitalMarketing #AnalyticalThinking #CriticalThinking #Leadership #Creativity #Innovation #DesignThinking #EmotionalIntelligence #DataVisualization #Investment #Investasi #Startup #FundRaising #DavidCornelis #DavidCornelisMokalu #ManajerKelasDunia #Metaverse #Strategy #Digital #Development #Inovasi #Strategi #PengembanganBisnis #TransformasiPerusahaan
Business Management Consultant with a penchant for Innovative Startups, Entrepreneurial SMEs, and Strategic Investment.
Subscribe to my newsletter! Get FREE RESOURCES to grow and expand your business