
Author: Writer Team
Kami di sini dengan satu misi untuk membantu pemilik bisnis memulai, meningkatkan, dan mengembangkan bisnis mereka secara berkelanjutan yang benar-benar bermakna saat ini dan di masa depan.
Ethereum, sebagai salah satu platform blockchain terkemuka, telah merevolusi cara aplikasi terdesentralisasi (dApps) dan kontrak pintar beroperasi.
Namun, pertumbuhannya yang cepat telah mengungkap tantangan skalabilitas yang signifikan yang perlu ditangani agar jaringan dapat mempertahankan momentumnya.
Memahami Tantangan Skalabilitas mengacu pada kemampuan blockchain untuk menangani sejumlah besar transaksi secara efisien.
Ethereum menghadapi beberapa tantangan utama dalam hal ini:
Ethereum tengah menjalani peningkatan signifikan yang dikenal sebagai Ethereum 2.0 (Eth2), yang bertujuan untuk beralih dari mekanisme konsensus PoW ke proof-of-stake (PoS). Perubahan ini diharapkan dapat meningkatkan skalabilitas dalam beberapa cara:
Solusi Layer 2 adalah protokol yang dibangun di atas mainnet Ethereum yang bertujuan untuk mengurangi kemacetan dengan memproses transaksi di luar jaringan. Beberapa solusi Layer 2 yang terkenal meliputi:
1. State Channels: Ini memungkinkan peserta untuk melakukan beberapa transaksi di luar jaringan sambil hanya menyelesaikan status akhir di jaringan. Ini mengurangi jumlah transaksi yang diproses langsung di jaringan Ethereum.
2. Rollups: Rollups menggabungkan beberapa transaksi menjadi satu batch sebelum mengirimkannya ke mainnet. Ada dua jenis utama:
3. Sidechain: Ini adalah blockchain terpisah yang berjalan secara paralel dengan Ethereum dan dapat memproses transaksi secara independen sambil tetap dapat berkomunikasi dengan mainnet.
Seiring dengan meluasnya ekosistem blockchain, interoperabilitas antara berbagai jaringan menjadi sangat penting. Solusi yang meningkatkan komunikasi antar-rantai dapat membantu Ethereum terhubung dengan blockchain lain, sehingga memungkinkan transfer aset dan pembagian data yang lebih lancar.
Selain solusi langsung seperti implementasi Layer 2 dan peningkatan Eth2, para peneliti sedang menjajaki pendekatan inovatif lainnya:
Kesimpulan
Ethereum adalah platform blockchain terdesentralisasi yang memungkinkan pengembang untuk membuat dan menerapkan kontrak pintar dan aplikasi terdesentralisasi (dApps).
Diluncurkan pada tahun 2015, Ethereum telah menjadi mata uang kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar, setelah Bitcoin. Mata uang kripto asli platform tersebut, Ether (ETH), digunakan untuk transaksi dan layanan komputasi di jaringan.
Meskipun Ethereum telah membuka jalan bagi inovasi dalam keuangan terdesentralisasi (DeFi), token yang tidak dapat dipertukarkan (NFT), dan banyak lagi, Ethereum menghadapi tantangan skalabilitas yang signifikan yang menghambat pertumbuhan dan kegunaannya.
Kami di sini dengan satu misi untuk membantu pemilik bisnis memulai, meningkatkan, dan mengembangkan bisnis mereka secara berkelanjutan yang benar-benar bermakna saat ini dan di masa depan.
Subscribe to my newsletter! Get FREE RESOURCES to grow and expand your business