the blog

Latest news.
Potensi Real World Asset di Jaringan DeFi

Potensi Real World Asset di Jaringan DeFi

Potensi Real World Asset di Jaringan DeFi

Adapun potensi penggunaan RWA dalam ekosistem DeFi dinilai akan menjanjikan. Tokenisasi RWA memiliki kapasitas untuk membentuk ekosistem yang lebih kuat dan terdesentralisasi. Berikut ini beberapa potensi penggunaan RWA di jaringan DeFi yang perlu diketahui, yakni:

1. Peningkatan Stabilitas Stablecoin

Stablecoin yang didukung oleh RWA dapat memberikan tingkat stabilitas nilai yang lebih tinggi dalam ekosistem DeFi sehingga mengurangi risiko volatilitas yang sering terjadi di pasar kripto.

2. Eksposur ke Aset Dunia Nyata

Melalui tokenisasi RWA, pemegang aset kripto memiliki kesempatan untuk mendapatkan eksposur kepada aset dunia nyata, seperti real estate atau obligasi, tanpa harus secara fisik memiliki aset tersebut.

3. Peningkatan dalam Protokol Peminjaman DeFi

Protokol peminjaman dalam ekosistem DeFi yang menerima jaminan Real-World Asset (RWA) dapat menarik minat lebih banyak peminjam dan pemilik aset dunia nyata. Hal ini dapat mendorong pertumbuhan dalam layanan keuangan terdesentralisasi.

Perlu diketahui, penggunaan RWA dalam ekosistem DeFi terus berkembang seiring munculnya proyek-proyek yang fokus pada tokenisasi aset dunia nyata. Potensi ini pun membuka peluang untuk inovasi lebih lanjut dalam ruang DeFi dan ekosistem blockchain secara keseluruhan.

Apa Saja Proyek Real World Asset?

Dengan terus berkembangnya ekosistem DeFi, semakin banyak protokol dan proyek baru yang muncul untuk mendukung tokenisasi Real-World Assets (RWA). Berikut ini adalah beberapa protokol dan proyek yang mendukung RWA dalam ekosistem DeFi, antara lain:

1. Maple Finance (MPL)

Maple Finance adalah protokol DeFi yang memusatkan perhatiannya pada pemberian pinjaman terdesentralisasi dengan menggunakan RWA sebagai jaminan. Protokol ini secara khusus mengakomodasi peminjam institusi.

2. Centrifuge (CFG)

Centrifuge adalah protokol yang mengintegrasikan aset dunia nyata (RWA) ke dalam ekosistem DeFi sehingga menciptakan sistem keuangan yang lebih terbuka dan dapat diakses. Protokol ini menekankan tingkat keamanan tinggi dengan menerapkan standar hukum ketat, prosedur KYC, dan audit teknis untuk memastikan keamanan dan keandalan.

3. Goldfinch (GFI)

Goldfinch adalah protokol kredit terdesentralisasi yang memungkinkan peminjaman aset crypto tanpa memerlukan jaminan aset crypto, dengan pinjaman yang dijaminkan secara off-chain.

Fokus utama Goldfinch Finance adalah memberikan pinjaman kepada perusahaan, terutama kepada dana pinjaman dan perusahaan fintech, dengan memberikan pinjaman kredit dalam bentuk USDC.

4. Realio Network (RIO)

Realio Network adalah jaringan terdistribusi yang bertujuan untuk memodernisasi proses penyimpanan, penerbitan, analisis, dan pertukaran token aset. Hal tersebut memberikan solusi untuk penerbitan token yang mematuhi regulasi dan menyediakan infrastruktur lengkap untuk mendukung tokenisasi RWA.

Contoh Tokenisasi Real-World Asset (RWA)

Pada dasarnya, terdapat beberapa jenis contoh Real-World Asset (RWA) yang dapat diintegrasikan ke dalam dunia blockchain melalui proses tokenisasi. Berikut ini contoh-contoh tokenisasi RWA yang perlu diketahui, di antaranya:

1. Stablecoin

Stablecoin merupakan token kripto yang dipegang nilainya oleh mata uang fiat, seperti Dolar AS atau Euro. Stablecoin menyajikan alternatif mata uang yang stabil untuk transaksi di ekosistem blockchain.

2. Karya Seni

Contoh RWA mencakup karya seni yang dapat diwakili dalam bentuk Non-Fungible Token (NFT). Sebagai contoh, lukisan karya Andy Warhol berjudul “Untitled (Banana)” yang diciptakan pada tahun 1985 telah diubah menjadi aset digital NFT pada tahun 2021.

3. Real Estate

Tokenisasi real estate merupakan representasi digital dari properti fisik. Dalam konteks ini, aset properti dipecah menjadi token yang disimpan dalam database terdesentralisasi, memfasilitasi kepemilikan dan perdagangan secara efisien.

Tokenisasi real estate merupakan representasi digital dari properti fisik. Dalam konteks ini, aset properti dipecah menjadi token yang disimpan dalam database terdesentralisasi, memfasilitasi kepemilikan dan perdagangan secara efisien. Sebagai contoh, Lyfe (LYFE) yang memungkinkan pemilik token untuk menukarkan Lyfe token dengan kepemilikan properti fisik.

4. Komoditas

Tokenisasi komoditas memfasilitasi kemampuan investor untuk memperdagangkan saham komoditas, seperti emas, perak, dan minyak. Sebagai contoh, Digix Gold Token (DGX) memiliki nilai yang terkait dengan harga emas fisik yang disimpan di brankas Digix di Singapura.

Kesimpulan

Sebagai kesimpulan, tokenisasi Real-World Asset (RWA) pada dasarnya memiliki potensi masa depan yang perlu diperhatikan. Beberapa manfaatnya, antara lain, peningkatan likuiditas dan aksesibilitas, diversifikasi portofolio, meningkatkan stabilitas dalam DeFi, dan inovasi dalam peminjaman DeFi.

Di lain sisi, potensi masa depan RWA, di antaranya terbukanya pintu bagi demokratisasi keuangan, RWA membawa stabilitas lebih lanjut dalam DeFi, dan potensi untuk terciptanya inovasi lanjutan dalam DeFi dan ekosistem blockchain.

Spread the love
Author:

Kami di sini dengan satu misi untuk membantu pemilik bisnis memulai, meningkatkan, dan mengembangkan bisnis mereka secara berkelanjutan yang benar-benar bermakna saat ini dan di masa depan.

Subscribe to my newsletter! Get FREE RESOURCES to grow and expand your business

Loading