Author: Writer Team
Kami di sini dengan satu misi untuk membantu pemilik bisnis memulai, meningkatkan, dan mengembangkan bisnis mereka secara berkelanjutan yang benar-benar bermakna saat ini dan di masa depan.
UANG PUNYA MAKNA SOSIAL
Uang tidak netral; ia selalu dibedakan melalui konteks sosial, relasi, dan nilai. Orang, organisasi, bahkan negara membuat ‘multiple monies’ lewat pemaknaan dan aturan pakai berbeda. Karena itu, satu dolar tidak pernah sama dengan dolar lain.
MENANDAI DAN MENGKHUSUSKAN UANG
Earmarking dilakukan lewat membatasi penggunaan, mengatur alokasi, meritualkan pemberian, mengubah tampilan fisik, atau memisahkan lokasi penyimpanan. Praktik anggaran rumah tangga pada dasarnya adalah earmarking: memecah dana ke pos berbeda, masing-masing dengan aturan belanja khusus yang dipatuhi.
PRODUKSI DOMESTIK MONIES
Di rumah tangga, muncul mata uang domestik: uang belanja, uang jajan, pin money, amplop sekolah, dana rekreasi. Pembagian wewenang mengatur uang, suami, istri, anak, sering diperdebatkan. Peran istri berubah menjadi “ahli konsumsi”, mengelola anggaran, memprioritaskan kebutuhan, dan menandai sumber-tujuan.
UANG HADIAH DAN NORMA
Uang hadiah dibedakan melalui etiket dan ritual: kartu ucapan, amplop khusus, denominasi tertentu, atau instruksi penggunaan. Praktik ini menjaga keintiman serta status pemberi-penerima. Bahkan perayaan hari raya dan ulang tahun membentuk kategori uang hadiah yang “benar” dibelanjakan.

UANG KAUM MISKIN
Pada abad ke-19, lembaga amal tidak mempercayai pilihan konsumsi kaum miskin. Mereka mengganti uang tunai dengan bantuan barang atau order toko, serta mengawasi pengeluaran penerima. Kendati demikian, keluarga miskin menandai uangnya sendiri dan mempertahankan preferensi belanja.
TUNAI DENGAN IKATAN
Awal abad ke-20, wacana bergeser: tunai dianggap terapeutik, tetapi “harus diawasi”. Tunjangan ibu, allowance mingguan, dan buku anggaran menjadikan uang “seaman belanjaan”. Kasus seperti Ny. Czech menunjukkan tunai bisa memulihkan kemandirian bila disertai instruksi pengeluaran yang rinci.
MONIES YANG DIPEREBUTKAN
Meski ada pengawasan, penerima bantuan merundingkan kembali aturan. Mereka memutar, mengalihkan, atau menunda belanja agar sesuai nilai keluarga, misalnya dana pemakaman atau hadiah anak. Pengakuan otonomi meningkat dengan era jaminan sosial di Amerika, namun regulasi kembali muncul kemudian.
PERTANYAAN MAKNA UANG
Menantang tesis depersonalisasi Simmel: monetisasi justru memicu pembedaan semakin rumit. Dalam masyarakat konsumen modern, orang bertanya apa yang boleh dibeli, kapan, dari sumber mana, serta siapa berhak membelanjakan. Earmarking menjadi tanda kecakapan sosial sekaligus moral keseharian.
DAMPAK DAN WARISAN
Gagasannya memengaruhi sosiologi ekonomi kontemporer: istilah earmarking dan konsep multiple monies menjadi rujukan, termasuk riset kebijakan inklusi finansial. Tegaskan minat pada praktik uang keseharian lintas kelas, membuktikan cuan selalu berkelindan dengan relasi manusia.
Kami di sini dengan satu misi untuk membantu pemilik bisnis memulai, meningkatkan, dan mengembangkan bisnis mereka secara berkelanjutan yang benar-benar bermakna saat ini dan di masa depan.
Subscribe to my newsletter! Get FREE RESOURCES to grow and expand your business