
Author: Writer Team
Kami di sini dengan satu misi untuk membantu pemilik bisnis memulai, meningkatkan, dan mengembangkan bisnis mereka secara berkelanjutan yang benar-benar bermakna saat ini dan di masa depan.
Memecoin telah memiliki tempat tersendiri bagi para investor terlepas dari pro dan kontranya. Meme coin memang pertama kali dibuat bertujuan untuk “mengolok” para penggila Bitcoin pada saat itu.
Memecoin pertama kali dibuat oleh dua insinyur perangkat lunak yang bernama Billy Markus dan Jackson palmer pada tahun 2013 dengan meme coin pertama adalah Dogecoin. Pencipta dari Dogecoin menggunakan karakter yang pada waktu itu sering dijadikan meme di internet yaitu seekor anjing milik Shiba Inu.
Pada saat itu ada beberapa orang yang mengatakan bahwa Dogecoin diberi nama tersebut karena nama anjing dari Shiba Inu adalah Doge. Tapi sebenarnya Doge bukanlah nama dari anjing tersebut.
Para pembuatnya sengaja melakukan salah eja yang seharusnya dog, kemudian diganti menjadi doge. Tujuan dari pembuatan meme coin tadi untuk “mengolok” para penggemar Bitcoin pada waktu itu.
Pada awal kemunculannya, meme coin dengan cepat mendapatkan banyak pengikut melalui media sosial. Hal tersebut, seakan didukung oleh pemerintah China yang melarang perusahan pembayaran pihak ketiga untuk melakukan transaksi dengan Bitcoin, dua minggu setelah Dogecoin melakukan rilis.
Berita pelarangan di China tersebut membuat Bitcoin dan banyak aset kripto lainnya terpuruk. Momentum keterpurukan Bitcoin dimanfaatkan dengan cemerlang oleh Dogecoin yang kemudian melonjak hingga 300 persen.
Seperti yang dijelaskan diatas Memecoin pertama di dunia adalah Dogecoin ($DOGE) yang diluncurkan pada tahun 2013 sebagai lelucon berdasarkan meme internet bernama ‘doge’. Meski populer di kalangan komunitas pecinta memecoin, DOGE baru dikenal luas setelah Elon Musk memposting cuitan tentang DOGE di akun twitter (sekarang X) pribadinya pada tahun 2017.
Popularitas DOGE yang melonjak tajam berkait cuitan Elon Musk mendorong developer kripto lain berlomba meluncurkan token meme coin. Tahun 2020, selang tiga tahun pasca cuitan pertama Musk mengenai DOGE, lahirlah pesaing pertama memecoin, Shiba Inu ($SHIB).
Sejumlah developer kripto lain turut meramaikan bursa memecoin di tahun 2021, contohnya Floki Inu ($FLOKI).
Popularitas memecoin terdongkrak oleh tokoh kripto seperti Elon Musk yang membuatnya masuk dalam jajaran aset mainstream kripto. Disamping risiko dan volatilitasnya yang tinggi, keberadaan memecoin tidak terpisahkan dalam perkembangan budaya digital dan cryptocurrency.
Para trader kerap menggunakan instrumen trading ini untuk berspekulasi di pasar kripto. Prinsip keuntungan sejalan dengan besarnya risiko membuat aset ini tetap dilirik para pemburu cuan.
Regulasi memecoin amat beragam di setiap negara. Security and Exchanges Committee (SEC) di Amerika Serikat sejauh ini memang tidak memberlakukan aturan mengekang pada jenis aset ini.
Ada juga negara yang sudah mengeluarkan aturan tegas terkait memecoin, salah satunya komisi Sekuritas dan Bursa Thailand yang melarang memecoin dengan alasan regulasi barang digital yang tidak memiliki tujuan atau substansi yang jelas.
Kesimpulan
Memecoin dalam dunia kripto adalah jenis cryptocurrency yang didasarkan pada meme atau fenomena internet yang populer dan biasanya tidak memiliki utilitas teknologi yang signifikan.
Meskipun bisa memberikan keuntungan besar karena popularitas dan hype, investasi dalam memecoin juga datang dengan risiko tinggi karena volatilitas harga yang ekstrem dan kurangnya fundamental yang kuat. Investor harus berhati-hati dan melakukan penelitian menyeluruh sebelum berinvestasi dalam jenis aset ini.
Kami di sini dengan satu misi untuk membantu pemilik bisnis memulai, meningkatkan, dan mengembangkan bisnis mereka secara berkelanjutan yang benar-benar bermakna saat ini dan di masa depan.
Subscribe to my newsletter! Get FREE RESOURCES to grow and expand your business