the blog

Latest news.
JADI SERVANT LEADER SEBELUM MENJADI AGILE: MENJADI LINCAH DENGAN MELAYANI

JADI SERVANT LEADER SEBELUM MENJADI AGILE: MENJADI LINCAH DENGAN MELAYANI


Ada teman yang sudah cukup senior makan asam garam di dunia korporasi besar bertanya kepada saya dan katanya ingin segera menerapkan Agile Management yang baru didengarnya, katanya mau seperti anak-anak startups, dan juga mau agar perusahaan besarnya menjadi resilient dan sustainable.

Sebelum ia meneruskan lebih lanjut, saya bertanya, “sudahkah kamu menjadi leader, dan bukan menjadi bos?” Agak sedikit ragu, ia menjawab sudah dong. Saya lanjut bertanya, “sudahkah kamu menjadi servant leader?” Di situ dia berhenti.

Jika Anda baru mengenal ide ini, Robert Greenleaf sudah mempopulerkan istilah tersebut pada tahun 1970 ketika ia menulis esainya yang terkenal, The Servant as Leader.

Dan juga di Buku klasiknya John Maxwell The 21 Irrefutable Laws of Leadership, dalam satu babnya ada tentang Hukum Penambahan, yang menyatakan bahwa para pemimpin harus menambah nilai bagi orang lain. Kepemimpinan bukanlah seberapa jauh Anda memajukan diri Anda sendiri tetapi seberapa jauh Anda memajukan orang lain. Orang tidak peduli seberapa banyak Anda tahu sampai mereka tahu seberapa besar Anda peduli. Berempatilah.

Ken Blanchard menjelaskan bahwa kepemimpinan yang melayani adalah tentang membuat tujuan menjadi jelas dan kemudian menyingsingkan lengan baju Anda dan melakukan apa pun untuk membantu orang menang.

Kepemimpinan yang melayani mudah dilakukan oleh orang-orang dengan harga diri yang tinggi, mereka tidak memiliki masalah mendengarkan orang lain untuk mendapatkan ide dan tidak memiliki masalah dalam membangun orang lain menjadi lebih baik lagi.

Guru saya sering mengingatkan bahwa jalan menuju kepemimpinan adalah melalui melayani. Anda harus high in commitment dan low in maintenance. Kepemimpinan bukanlah tentang pemimpinnya, tetapi tentang orang-orang yang dipimpin dan diberikan nilai yang baik dari atas.

Orang yang mempunyai sikap hati melayani lebih mementingkan kesatuan. Semakin baik Anda sebagai pemimpin mempunyai hati untuk melayani, semakin banyak yang bisa dicapai. Pemimpin yang melayani merasa bertanggung jawab sebagai inspirasi bagi tim untuk melakukan pekerjaan mulia yang menghasilkan yang terbaik yang dapat diberikan.

“Barangsiapa ingin menjadi besar, Anda harus harus menjadi pelayan dari semuanya. Apa pun juga yang Anda perbuat, perbuatlah dengan segenap hati seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.”

#ManajerKelasDunia #DataScience #BusinessIntelligence #BusinessDevelopment #OrganizationalDevelopment #DigitalTransformation #DigitalMarketing #Leadership #Creativity #Innovation #DesignThinking #DataVisualization #Investment #Investasi #Startup #FundRaising #DavidCornelis #DavidCornelisMokalu #Metaverse #Strategy #Digital #Development #Inovasi #Strategi #PengembanganBisnis #TransformasiPerusahaan #Agile #Agility #ServantLeader #ServantLeadership

Spread the love
Author:

Business Management Consultant with a penchant for Innovative Startups, Entrepreneurial SMEs, and Strategic Investment.

Subscribe to my newsletter! Get FREE RESOURCES to grow and expand your business

Loading