the blog

Latest news.
Budaya Uang (Michael Lewis)

Budaya Uang (Michael Lewis)

Budaya Uang (Michael Lewis)

LAHIRNYA “BUDAYA UANG” BARU

Larangan lama membicarakan uang tersingkir oleh ledakan peristiwa finansial, memunculkan “budaya uang” baru. Anak kalangan mapan beralih ke perdagangan predator; minat pemuda bukan sekadar rakus, melainkan mengejar drama dan skor status di arena finansial yang berpengaruh.

WALL STREET DELAPAN PULUHAN

Para penggerak justru berbau antikemapanan: Wasserstein, Ranieri, hingga Milken yang mempopulerkan junk bond. Gaya mereka, gerilya di rimba korporasi, menular ke Paris, London, Tokyo di berbagai kota besar; perubahan regulasi, teknologi, dan utang memicu revolusi dalam perilaku komersial sehari-hari.

LOGIKA KARTU AMERICAN EXPRESS

Lewat American Express, Lewis membedah konsumsi sinyal status: “black privilege card” 1984 menjanjikan helikopter di Sahara dan belanja tengah malam di butik mewah. Simbol eksklusivitas ini benar-benar menyingkap absurditas premiumisasi dan cara merek memonetisasi gengsi kartu.

TRIK “CHOP HOUSE” EDDIE

Eddie Braverman memperlihatkan sisi gelap “chop house”: ilusi Potemkin yang mengemas saham busuk bak kelas Morgan Stanley. Nama firma dibuat berbunyi aristokrat; melalui telepon pengeras, Eddie melatih broker muda meniru “sales call” Lehman—menjual mimpi, bukan nilai riil.

Budaya Uang (Michael Lewis)

YALE SOM DAN MISI PUBLIK

Di Yale SOM, ritual “community-building” dan gairah pelayanan publik dikisahkan berdampingan dengan godaan limusin rekruter Wall Street. Usai skandal Boesky, pengelola menegaskan jarak moral; namun promosi misi luhur sering terasa berlebihan—membangkitkan tanya antara citra dan kenyataan kini.

HBS ’79 DAN WARD CLEAVER

Kelas HBS ’79 tampak homogen bak keluarga Ward Cleaver: foto rapi, kredo keluarga, dan daftar aktivitas yang panjang. Di balik retorika kebersamaan, realitasnya rapuh—jadwal kerja gila, pencarian ‘kesempatan’ jodoh, hingga pengakuan cerai—mencerminkan standar era sekaligus kontradiksinya.

JUNK BONDS DAN MILKEN

Milken menjadi simbol etika kontemporer era tersebut; pasar junk bond menggerakkan akuisisi, lalu berujung ganjaran hukum. Lewis menimbang tajam moralitas publik terhadap tokoh finansial—apakah dosa pribadi, sistem, atau kita semua—seraya mencatat jatuh-bangun reputasi sebagai mata uang sosial.

EKSPOR KAPITALISME GLOBAL

Esai-esai dibelah geografis: Amerika, Eropa, Jepang. Kita singgah dari “Christmas on Wall Street” ke bankir New York di luar negeri, seni gelembung Jepang, hingga manuver pengambilalihan; Lewis memetakan bagaimana kapitalisme Amerika menjadi ekspor budaya finansial global kian.

SATIR LEWIS DAN PELAJARAN

Campuran reportase tajam dan satir bernas menjadikan buku ini potret klasik era 1980-an sekaligus peringatan lintas waktu. Dengan sudut pandang insider-outsider, Lewis menyorot mekanisme insentif yang membentuk perilaku, mendorong pembaca menilai kembali etika, citra, dan makna kesuksesan finansial.

Spread the love
Author:

Kami di sini dengan satu misi untuk membantu pemilik bisnis memulai, meningkatkan, dan mengembangkan bisnis mereka secara berkelanjutan yang benar-benar bermakna saat ini dan di masa depan.

Subscribe to my newsletter! Get FREE RESOURCES to grow and expand your business

Loading