Author: Writer Team
Kami di sini dengan satu misi untuk membantu pemilik bisnis memulai, meningkatkan, dan mengembangkan bisnis mereka secara berkelanjutan yang benar-benar bermakna saat ini dan di masa depan.
STRATEGI PARA MAESTRO
John Train menelaah strategi para maestro investasi, dari Buffett, Templeton, Price, Lynch, Soros, hingga Graham, seraya menyoroti bagaimana mereka berpikir, mencari informasi, dan memilih saham lintas gaya: growth, value, makro, hingga turnaround yang efektif.
Tiga Falsafah Investasi
Train membagi pendekatan ke tiga arus: futurology (menerka masa depan lebih jauh), analisis lab (membedah fakta kini lebih teliti), dan membuka kategori baru pada celah yang luput, sambil sadar waktunya berpindah gaya secara dinamis.
Metode T. Rowe Price
Fokus pada “fertile fields for growth”: pilih industri yang masih dini pertumbuhannya, cari perusahaan terbaik, lalu tahan lama. Indikator kunci: volume unit dan laba bersih; jauhi kompetisi brutal; perhatikan ROIC dan margin tinggi.
Moat Ala Buffett
Cari sedikit bisnis luar biasa dengan parit pertahanan kuat, bukan kebun binatang diversifikasi. Cintai manajemen berorientasi pemilik, pengembalian modal tinggi, dan model seperti “royalti” atas pertumbuhan pihak lain; beli berani saat pesimisme menekan harga.

Kontrarian John Templeton
Beli yang dibuang pasar: ia pernah membeli semua saham di bawah $1 saat perang, lalu empat tahun kemudian berlipat. Prinsipnya: jangan jual saat kabar perang; bersikap global dan fleksibel menaikkan kas ketika perlu.
Prinsip Benjamin Graham
Utamakan margin of safety: beli jauh di bawah nilai intrinsik untuk meminimalkan risiko, manfaatkan volatilitas Mr. Market, pertimbangkan diskon terhadap modal kerja bersih, dan seimbangkan alokasi saham–obligasi; disiplin menjadi fondasi value investing modern.
Scuttlebutt Philip Fisher
Lakukan riset kualitatif “scuttlebutt”: gali info dari pelanggan, pemasok, pesaing, dan mantan karyawan guna menemukan perusahaan unggul bertumbuh lama; gunakan 15 kriteria praktis menilai manajemen, R&D, dan keunggulan kompetitif, melengkapi analisis angka murni.
Pelajaran Peter Lynch
“Beli apa yang Anda tahu”: mulai dari produk dan layanan yang Anda pahami, lalu uji dengan metrik seperti pertumbuhan laba dan PEG, agar temuan sehari-hari berubah menjadi ide saham terverifikasi, bukan sekadar intuisi belanja semata.
Refleksivitas Soros
Harga dan ekspektasi saling memantul: persepsi investor mempengaruhi fundamental, yang kembali mengubah harga, mencipta boom-bust. Pendekatan global macro menuntut kesadaran terhadap umpan balik pasar, leverage, dan risiko sistemik lintas kelas aset dan negara.
Kami di sini dengan satu misi untuk membantu pemilik bisnis memulai, meningkatkan, dan mengembangkan bisnis mereka secara berkelanjutan yang benar-benar bermakna saat ini dan di masa depan.
Subscribe to my newsletter! Get FREE RESOURCES to grow and expand your business