the blog

Latest news.
Uang dalam Ekonomi Manusia (Keith Harts)

Uang dalam Ekonomi Manusia (Keith Harts)

Uang dalam Ekonomi Manusia (Keith Harts)

EKONOMI MANUSIA DAN UANG

Menempatkan manusia sebagai pusat: uang bukan sekadar alat pasar, melainkan institusi sosial yang membentuk jaringan dunia dan pencarian prinsip asosiasi baru. Fokusnya: imajinasi, keadilan, dan praktik konkret lintasdisiplin.

DARI TUNGGAL KE JAMAK

Menolak pandangan uang sebagai “satu” mata uang nasional serbaguna; sesudah runtuhnya Bretton Woods, ekonomi kembali jamak: banyak instrumen, banyak penerbit non-negara, dipacu revolusi digital dan turunnya biaya transfer informasi kini.

NEGARA, PASAR, MANUSIA

Uang selalu politis: pemerintah, bank, dan korporasi berbagi kuasa moneter, sementara warga mengalaminya sehari-hari. Kurasi mengajak melihat kapitalisme historis—mengakui kerusakan sekaligus peluang perbaikan menuju ekonomi sipil global yang inklusif, kritis.

UANG SEBAGAI KOMUNIKASI

Menyandingkan uang dengan bahasa: keduanya media komunikasi universal. Dengan mengganti kata “uang” menjadi “bahasa,” kita menangkap metodenya—membongkar asumsi keseragaman dan menelusuri keragaman bentuk, makna, serta institusi yang menopang komunitas pengguna.

Uang dalam Ekonomi Manusia (Keith Harts)

PRAKTIK KELUARGA GLOBAL SELATAN

Supriya Singh menunjukkan masa depan uang dibentuk praktik domestik: remitansi, tabungan, dan mobile money di keluarga Global Selatan mendorong inklusi keuangan sekaligus menantang narasi teknokratik. Keluarga menjadi laboratorium inovasi pembayaran berakar relasi nyata.

REMITANSI DAN PASAR KEUANGAN

David Pedersen menelusuri sekuritisasi remitansi: arus dana migran dipaketkan ke pasar modal, menghubungkan Calle Principal dengan Wall Street. Proses ini membuka kredit, tetapi menyisipkan risiko, asimetri informasi, serta pergeseran nilai dari kerja menuju rente.

POLITIK BITCOIN KONTEMPORER

Nigel Dodd membongkar mitos “tanpa politik”: Bitcoin bertahan karena komunitas, keyakinan, dan institusi, bukan semata kode mesin. Teknologinya mungkin berguna sebagai infrastruktur pencatatan; uang tetap klaim sosial terkait kepercayaan, sangat kontekstual.

HUNDI DAN KEPERCAYAAN LOKAL

Marina Martin memetakan hundi: wesel/alat remitansi Asia Selatan yang menopang perdagangan kolonial dan tetap adaptif. Kebertahanan bertumpu reputasi, kontrak privat, serta hibridisasi dengan pengadilan kolonial—tata kelola kepercayaan non-negara tangguh.

UANG DALAM WAKTU-TEMPAT

Menampilkan ekologi moneter setempat: Lesotho, trueque Argentina, dan “dolar” Haiti. Kesimpulan kurasi: memahami uang menuntut lensa majemuk—sejarah, politik, gender, teknologi—agar ekonomi manusia menempatkan orang dulu, melampaui batas negara dan pasar.

Spread the love
Author:

Kami di sini dengan satu misi untuk membantu pemilik bisnis memulai, meningkatkan, dan mengembangkan bisnis mereka secara berkelanjutan yang benar-benar bermakna saat ini dan di masa depan.

Subscribe to my newsletter! Get FREE RESOURCES to grow and expand your business

Loading